SAY

SELAMAT DATANG DI PAROKI ST.MARIA IMMACULATA MATARAM, JL. PEJANGGIK NO. 37 MATARAM, LOMBOK, NTB, (0370) 632092
“DIPANGGIL MENJADI PEMIMPIN PASTORAL YANG SOLIDER DALAM KEHIDUPAN BERSAMA DEMI KEUTUHAN CIPTAAN”

Minggu, 18 Maret 2018

PANDUAN MISA MASA PASKAH 2018


KOMENTAR PEMBUKA


Bapak ibu  umat beriman yang dikasihi Kristus.




   






TANDA SALIB DAN SALAM PEMBUKA           Umat berdiri    
KATA PEMBUKA                                                    Umat berdiri     
Image result for minggu palmaSaudara-saudara terkasih, sudah sejak awal masa Prapaskah kita menyiapkan diri dengan olah tobat dan karya amal kasih. Pada hari ini kita semua berkumpul dan bersama seluruh Umat Allah mengawali misteri Paskah Tuhan kita, yakni sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. Untuk menggenapi misteri inilah Yesus memasuki Yerusalem, kota-Nya. Oleh karena itu, marilah dengan penuh iman dan bakti kita mengiringi Tuhan sambil mengenangkan peristiwa yang menyelamatkan itu. Dengan demikian kita memetik buah salib suci, yakni kebangkitan dan kehidupan.
 HARI MINGGU PALMA
MINGGU SENGSARA
RITUS PEMBUKA
KOMENTAR PEMBUKA PERSIAPAN PERARAKAN
Bapak ibu  umat beriman yang dikasihi Kristus.
Pada hari ini Gereja mengenangkan peristiwa Kristus Tuhan memasuki kota Yerusalem; sekaligus sebagai perayaan, kita memasuki Pekan Suci yang dimulai dengan Minggu Palma. Adapun tata perayaan hari ini akan dimulai dengan ritus sebagai berikut :
1)      Upacara pemberkatan daun Palma di aula.
2)      Perarakan memasuki gereja
Mari kita mengikuti upacara ini dengan hikmat,; Umat dimohon berdiri dan menyanyikan lagu pembuka “Hosana Putra Daud”.

rekoleksi keluarga

REKOLEKSI PENDAMPINGAN KELUARGA KATOLIK
MENINGKATKAN IMAN KELUARGA KATOLIK

Mataram, 17 Maret 2018

”...Perkawinan se-iman katolik adalah garansi yang lebih besar dalam mengatasi problem seperti perceraian saat ini...”. 

“tantangan dan cobaan begitu kuat mendera keluarga-keluarga katolik, bahkan dalam berkas-berkas yang saya ajukan ke TRIBUNAL itu, ternyata paroki Mataram menempati posisi nomor satu terbanyak! Waduh!, ini artinya apa?....”

R
ekoleksi pendampingan keluarga katolik di paroki Maria Immaculata Mataram mengambil tema “Meningkatkan Iman Keluarga Katolik” berlangsung pada hari Minggu 17 Maret 2018 dengan menghadirkan narasumber tim Kerasulan Keluarga Keuskupan Denpasar.  Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 31 PASUTRI dengan usia perkawinan beragam. 

Senin, 05 Maret 2018

TOBAT ADALAH KETAATAN

Image result for tobat katolikAda kecenderungan orang ingin langsung menikmati hasil akhir, tanpa susah. Ini berlaku dalam dunia kerja, dunia usaha, dan bahkan juga dalam karya-karya kerasulan. Namun bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini mengajarkan kepada kita tentang hal-hal yang harus dilalui sebelum kita dapat mengharapkan buah dari apa yang kita lakukan. Pertama, kita perlu mengakui kelemahan dan dosa-dosa kita. Kedua, kita dengan taat mengikuti kehendak dan perintah Tuhan. Baru selanjutnya, kita dapat berharap bahwa Tuhan akan mendatangkan buah dari apa yang kita lakukan, tentu dalam bantuan rahmat-Nya.

jadwal seputar pekan suci




Jumat, 16 Februari 2018

Aku Hanyalah Orang berdosa

Rabu Abu yang merupakan awal masa Prapaskah, yaitu dengan Misa kudus dan penerimaan abu di dahi umat Katolik yang diberikan oleh seorang Imam atau Pastor. Abu tersebut berasal dari daun Palem yang sudah diberkati dan digunakan pada Minggu Palma tahun lalu yang dibakar dan abunya dicampur dengan minyak Zaitun dan diberkati. Dioleskan pada dahi umat Katolik sebagai lambang dan penyadaran diri bahwa manusia itu lemah tak berdaya, berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Imam yang mengoleskannya akan berkata “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”.
Pantang artinya tidak makan daging (jenis unggas dan mamalia) pada hari Rabu Abu, Jumat Agung serta setiap hari Jumat lainnya selama masa Prapaskah dan puasa artinya dalam sehari makan kenyang hanya satu kali. Jadi jika anda makan 3 kali sehari, anda bisa mengambil salah satu waktu entah sarapan pagi, makan siang atau makan malam untuk makan kenyang sementara 2 waktu lainnya dengan mengurangi porsi makan anda.

Dasar puasa pantang tobat

DARI ABU AKAN KEMBALI MENJADI ABU ...

"Sekarang," beginilah firman Tuhan, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi kurban sajian dan kurban curahan bagi Tuhan, Allahmu. Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari

MASA PRA PASKAH

SURAT GEMBALA USKUP DENPASAR
DALAM RANGKA PRAPASKAH-PASKAH 2018
KEPEMIMPINAN PASTORAL
Saudara-saudari, umat beriman Keuskupan Denpasar, yang saya kasihi, Kita kembali memasuki masa Prapaskah. Prapaskah merupakan masa Retret Agung selama 40 hari. Masa Prapaskah adalah saat istimewa mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa, bertobat, bermatiraga dan melakukan karya belas kasih sebagai persiapan menyambut perayaan Paskah. Dalam kerinduan untuk memperbaharui praktek- praktek liturgi Gereja, Konstitusi tentang Liturgi Kudus Konsili Vatikan II menyatakan: “Dua ciri khas masa Prapaskah adalah mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan, dan membina sikap tobat. Kedua hal ini haruslah diberi penekanan yang lebih besar dalam liturgi dan dalam katekese liturgi. Masa Prapaskah merupakan sarana Gereja dalam mempersiapkan umat beriman untuk merayakan Paskah, sementara mereka mendengarkan Sabda Tuhan dengan lebih sering dan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa.” (KL. 109).
Selaku Uskup, Pimpinan Gereja Lokal Keuskupan Denpasar, saya menghimbau agar umat dengan sungguh- sungguh memaknai dan memanfaatkan masa ini untuk menimba rahmat Allah dengan berbagai kegiatan yang memungkinkan tumbuh suburnya hidup rohani.