Jalan
Salib Dalam Perspektif Bunda Maria
JALAN SALIB DALAM PERSPEKTIF BUNDA MARIA
MENGENANG SENGSARA SANG JURU SELAMAT KITA
Di
dalam Injil, kisah sengsara dan wafat Yesus tercantum dalam keempat penulisInjil.
Sekalipun keempatnya memiliki ciri yang berbeda, namun semua menggambarkan
peristiwa-peristiwa sebelum Yesus menderita sampai disalibkan. Peristiwa
sebelum Yesus wafat di kayu salib tersebut dapat disampaikan sebagai berikut:
1 Perjamuan
malam sebelumYesus disalibkan
(Perjamuan
Terakhir)
2 Pengkhianatan
salah seorang murid terdekatnya (Yudas)
4 Penangkapan
Yesus di taman Getsemani
5 Pengadilan
Yesus di hadapan pemuka-pemuka agamaYahudi
6 Penyangkalan
sebanyak tiga kali oleh murid terdekatnya (Petrus)
7 Pengadilan
Yesus (yang dilakukan olehPontius Pilatus)
8 Yesus
dibawa keGolgota untuk
disalibkan (Yesus wafat dan kemudian dimakamkan)
Salah
satu ibadat untuk mengenang sengsara Tuhan Yesus, Gereja Katolik menetapkan
penyelenggaraan ibadat Jalan Salib pada setiap hari jumat, selama masa pra
Paskah di disemua gereja katolik.
Tata
cara ibadat untuk mengenang kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus sebagaimana yang
kita ketahui dan jalankan sampai dengan saat ini, sudah ada sejak abad ke-14.
Fransiskus dari Asisi, telah mempopulerkan Jalan Salib kepada Rahib-rahib
Fransiskan. Lewat 2 devosinya, yaitu: Inkarnasi Yesus dan Sengsara Yesus yang
masing-masing dilambangkan dengan buaian dan salib. Devosi ini kemudian merebak
ke setiap Gereja dengan membuat pemberhentian-pemberhentian/stasi kecil di
dalam Gereja. Para Rahib Fransiskan juga menciptakan lirik Stabat Mater yang
sampai kini selalu dinyanyikan untuk mengiringi upacara Jalan Salib. Lirik ini
telah tersebar dan diterjemahkan ke berbagai bahasa. KemudianPaus Clement
XII (1730-1740), menetapkan 14 pemberhentian/stasi pada
Jalan Salib. Dan ke-14 pemberhentian inilah yang sampai kini diterapkan oleh
Umat Katolik.
Stasi
jalan salib adalah salah satu devosi dalam tradisi Katolik untuk mengenang
kembali perbuatan Yesus yang menyelamatkan. Karena alasan ini, maka setiap
Gereja Katolik memiliki gambar atau lukisan yang mengisahkan berbagai macam
keadaan atau “perhentian” dalam Sengsara dan Kematian Yesus. Devosi ini
diadakan secara umum di Gereja Katolik pada hari-hari Jumat selama masa
Prapaska.
Dalam
perjalanan waktu, renungan jalan salib terus berkembang namun tetap berpedoman
pada 14 stasi tersebut di atas. Salah satunya adalah jalan salib Maria. Dalam
renungan jalan salib Maria, renungan berbeda dengan yang lain. Dalam hal ini
permenungan diaktualkan dari sudut pandang seorang ibu, Bunda Maria. Bagaimana
perasaan, sikap dan ungkapan batin Bunda Maria, Sang bunda dalam
mendampingi putra yang dicintainya. Perjalanan dalam penderitaan dan
hinaan, sampai dengan wafat di kayu salib. Bagaimana seorang ibu bersimpati dan
berempati saat sang putra sedang mengalamki kesakitan, kehinaan yang
paling dalam dan dipermalukan yang luar biasa. Renungan Jalan Salib ini
kemudian dinamakan sebagai Jalan Salib Maria. Redaksi menurunkan doa
dan renungan Jalan salib Maria tersebut yang disadur dari R04 tahun
2000.Red
JALAN SALIB MARIA
Perhentian I
Yesus Dijatuhi Hukuman Mati
Hari Jumat pagi, aku melihat Puteraku lagi. Itulah pertama
kali aku melihat Dia, sejak mereka membawa-Nya pergi. Tubuh-Nya memar,
berlumuran darah; melihat itu hatiku hancur luluh, tak sepedih seandainya
pedang yang menusuk dada ini; , air mataku pun bercucuran.
Saat semua orang berkata: ”Salibkan Dia!”, aku ingin memohon
dengan sangat agar mereka diam,
tetapi aku sadar, semuanya harus terjadi,. Oleh sebab itu,
aku berdiri tenang…..dan menangis diam-diam.
Perhentian II
Yesus Memanggul Salib-Nya
Setelah kekuatanku agak pulih, aku berjalan menuju pintu
gerbang istana. Kulihat Putraku berjalan terhuyung-huyung. Sebuah salib
yang berat dihempaskan serdadu di pundak Putraku, lalu para serdadu itu
menghempaskan Dia ke jalan. Melihat itu hatiku pedih tak tertahankan, ingin aku
mengambil salib itu dari bahu-Nya, dan menaruhnya di atas bahuku sendiri,
tetapi aku sadar, semuanya harus terjadi, maka aku berjalan diam-diam.
Perhentian III
Yesus Jatuh Pertama Kalinya
Aku mengikuti langkah Putraku…. Dekat sekali, kusaksikan
bagaimana Dia memanggul salib dengan terhuyung-huyung, dan tak satupun yang
peduli. Kesengsaraan-Nya yang hebat, melukai hatiku. Kulihat salib berat
tertanam di bahu-Nya. Hatiku hancur luluh saat melihat Dia tersungkur di atas
batu-batu jalan, dan salib berat itu jatuh menimpa tubuh-Nya. Aku takut Putra
terkasih sudah meninggal. Seluruh badanku gemetar. Kulihat para algojo
menendang Dia. Perlahan Dia bangkit dan meneruskan perjalanan. Sambil mereka
terus saja meludahi dan menendang Putraku. Tetapi aku sadar semuanya harus
terjadi, maka aku berjalan dengan pasrah dan menangis diam-diam.
Perhentian IV
Yesus Berjumpa dengan Ibu-Nya
Aku berhasil menerobos melewati orang banyak, dan berjalan
dekat sekali dengan Putraku. Aku memanggil Dia, di antara gaduhnya suara. Ia
berhenti, kami bertukar pandang, mata-Nya memancarkan duka dan ketidak pastian.
Aku tak berdaya. Bibir-Nya yang berdarah berbisik: ”Kuatkan hatimu, Ibu” Lalu
Dia berjalan lagi dengan terhuyung-huyung. Aku sadar bahwa Dia benar, maka aku
mengikuti-Nya dan berdoa diam-diam.
Perhentian V
Simon Kirene Membantu Yesus Memanggul Salib
Kulihat rasa letih yang luar biasa dari wajah Putraku.
Setiap langkah-Nya seolah langkah terakhir. Aku turut menderita bersama-Nya.
Algojo menarik seseorang dari khalayak ramai, memaksa Dia mengangkat pangkal
salib itu. Simon bertanya, mengapa harus membantu Yesus? Aku juga bertanya,
mengapa bukan aku yang membantu derita Putraku? Namun aku tahu dengan jalan
terus diam-diam.
Perhentian VI
Veronica Menyeka Wajah Yesus
Tiba-tiba seorang wanita mendesak maju. Ia menanggalkan
cadarnya dan menyeka wajah Putraku, yang berlumuran darah dan keringat penuh
debu. Setitik peduli telah menghibur aku, namun para algojo menyeret wanita
itu. Kulihat raut wajah Putraku berduka dan seakan bertanya. “Mengapa tak kau
ijinkan seseorang boleh perduli padaku?”. Aku tak mengerti, namun aku berjalan
terus dalam iman dan… dengan diam-diam.
Perhentian VII
Yesus Jatuh ke Dua Kalinya
Putraku jatuh lagi…dan dukaku meluap. Aku pikir Dia telah
meninggal; aku mendekati-Nya. Namun algojo menyeretku pergi. Sempat aku lihat
Dia bangun dan berjalan lagi, hatiku hancur luluh. Namun aku sadar…ini harus
terjadi, maka aku mengikuti-Nya… dengan diam-diam.
Perhentian VIII
Yesus Menghibur Wanita-wanita yang Menangis
Saat aku berjalan beberapa langkah dibelakang Putraku. Dia
sejenak berhenti, saat itu beberapa wanita menghampiri Dia sambil menangis.
Putraku berkata, “jangan tangisi Aku, tapi tangisilah dirimu sendiri. Tangisan
yang menghantar pada pertobatan. Mereka tidak mengerti tapi aku melihat, dan
ketika Putraku meneruskan langkah-Nya aku mengikuti Dia… dengan diam-diam.
Perhentian IX
Yesus Jatuh Ketiga Kalinya
Saat ketika Putraku jatuh untuk ketiga kalinya, semakin
dahsyatlah sengsaraku. Bukan saja karena Tubuh-Nya yang berpeluh darah
menghantam batu jalan, namun karena Dia sudah mendekati tempat penyaliban.
Kudengar sorak-sorai kegembiraan algojo, di antara ketakutan, kengerian,
ke-takberdayaan dan kesendirianku. Hatiku hancur luluh, membayangkan apa saja
yang akan mereka perbuat di puncak Kalvari itu. Namun lagi-lagi aku sadar,
semuanya harus terjadi, maka aku mendaki bukit mengikuti Putraku… dengan
diam-diam.
Perhentian X
Pakaian Yesus Ditanggalkan
Ketika Putraku bebas dari salib yang berat itu, aku punya
harapan agar Dia bisa sejenak beristirahat. Namun para algojo seolah tak sabar
mencium bau kematian. Ditanggalkannya pakaian yang melekat pada luka-luka yang
membeku. Pedihnya hatiku melihat penderitaan Putraku yang sehebat itu. Namun
aku sadar bahwa semua ini harus terjadi, maka aku berusaha untuk tenang dan
hanya menangis diam-diam dalam hati.
Perhentian XI
Yesus Dipaku pada Salib-Nya
Ketika mereka mencampakkan Putraku di atas kayu salib itu.
Dia membiarkan tangan dan kaki-Nya dipaku. Ketika tajamnya paku menembus
kedua tangan dan kaki-Nya, sakit dan deritaku tak tertahankan lagi. Lalu mereka
menegakkan salib itu, di atasnya tergantung Putraku yang amat kucintai. Aku
hanya bisa menatap Dia lekat-lekat, mencoba berkata bahwa aku juga mau menanggung
derita-Nya, mau mendampingi-Nya sampai maut merenggut-Nya dari dunia ini. Namun
aku teringat bahwa semua ini harus dialami-Nya sendirian, maka aku berdiri saja
dan berdoa diam-diam.
Perhentian XII
Yesus Wafat Di Salib
Derita manakah yang lebih besar dari seorang ibu, yang harus
menyaksikan dengan mata kepala sendiri kematian Putra-Nya. Aku yang telah
membawa Dia ke dunia ini, menyaksikan Dia tumbuh dan dewasa, kini berdiri di
bawah salib-Nya tanpa daya. Ketika Dia menundukkan kepala-Nya dan wafat, kesengsaraan-Nya
sebagai manusia telah berakhir. Namun kesengsaraanku bahkan meluap-luap, namun
aku sadar bahwa semuanya dalam iman, maka aku mampu terus berdiri, walau hatiku
hancur, pedih penuh tangis.
Perhentian XIII
Jenasah Yesus Diturunkan dari Salib
Kulihat orang banyak telah pergi, sorak sorai telah reda.
Aku berdiri tenang dengan salah seorang murid Putraku. Kupandang tubuh
tanpa nyawa itu, tubuh Putraku. Saat mereka meletakkan jasad itu di pangkuanku,
aku tenggelam dalam lautan duka yang hebat. Kupeluk tubuh Putraku…
Kubisikkan di telinga-Nya, kekagumanku, sukaku bersama Dia dan juga cintaku.
Kini semuanya telah terjadi, hidup Putraku berakhir dengan tragis, namun aku
mengerti, kucoba berdoa dengan diam-diam.
Perhentian XIV
Yesus Dimakamkan
Aku ikut menghantar jenasah Putraku ke kubur, aku sendiri
mengatur semuanya di sana, sambil menangis diam-diam dan bersuka cita
diam-diam. Sekali lagi kupandangi wajah Putraku terkasih, lalu aku keluar dari
kubur. Semuanya telah terjadi, dan harus terjadi untuk kamu. Aku akan menanti
dalam iman, dan dengan diam-diam./BI/TK
DOA KORONKA
Dalam Nama Bapa …
Bapa Kami …
Salam Maria …
Aku Percaya …
Kemudian pada manik
besar (Bapa Kami) didoakan:
Bapa yang kekal kupersembahkan kepada-Mu, Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Illahi-an Putera-Mu terkasih Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia.
Pada setiap sepuluhan
manik kecil (Salam Maria) didoakan:
Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belaskasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia.
Diakhiri dengan tiga
kali mengucapkan
Allah yang kudus, kudus dan berkuasa, kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia. Amin
YESUS, aku berharap
padaMU !
Gambar Yesus Maharahim
dengan tulisan: JEZU, UFAM TOBIE (YESUS, ENGKAU ANDALANKU) diperlihatkan
kepada Sr. Faustina oleh Yesus sendiri pada penampakan-Nya tanggal 22 Februari
1931.
Dua sinar pada gambar
tersebut melambangkan darah dan air. Sinar yang merah melambangkan darah yang
memberi hidup bagi jiwa-jiwa dan sinar yang pucat melambangkan air
yang menguduskan jiwa-jiwa. Dua sinar itu keluar dari kerahiman Yesus ketika
hati-Nya ditusuk dengan tombak saat disalib.
Dalam penampakannya
kepada Suster Faustina, Tuhan Yesus berpesan agar gambar ini harus dimiliki dan
diletakkan di tempat yang terhormat di semua rumah umatnya karena gambar ini
akan membawa banyak rahmat dan telah dibuktikan sendiri oleh kesaksian Suster
Faustina. Gambar ini telah tersedia di hampir di setiap toko rohani dan
gereja-gereja Katolik di Indonesia dengan tulisan berbahasa
Indonesia. Apakah kamu sudah memiliki
gambar itu? Dan apakah gambar itu sudah kamu letakkan di tempat yang terhormat
di rumahmu?
Hal lain yang juga dipesankan Tuhan Yesus dalam
penampakannya adalah agar kita selalu mengingat dan menghormati jam kerahiman,
yaitu jam 3 sore – jam kematian Kristus sendiri.
Dalam penampakan tahun 1937, Yesus minta
supaya Sr. Faustina (dan kita semua) menghormati jam kematianNya secara khusus
:
Patut diperhatikan bahwa ada tiga syarat supaya doa pada jam
itu dikabulkan:
1. Doa itu harus ditujukan
kepada Yesus.
2. Doa itu harus didoakan pada
jam tiga sore.
3. Doa itu harus diucapkan
dengan perantaraan hakikat jasa Sengsara Yesus.
Doa Rosario terdiri dari rangkaian doa-doa:
Bapa Kami,
Salam Maria,
Kemuliaan, dan
Terpujilah.
Doa Fatima sebagai doa mohon pengampunan dosa serta
mendoakan jiwa-jiwa dalam api penyucian.
Di dalam doa Rosario kita merenungkan “misteri”, yakni
peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan dan karya Yesus dan Bunda Maria
berdasarkan Kitab Suci.
PERISTIWA-PERISTIWA ROSARIO
Satu siklus (putaran) doa Rosario merenungkan salah satu
dari 4 jenis/kelompok peristiwa, yang masing-masing terdiri dari 5 peristiwa
sebagai berikut:
-PERISTIWA-PERISTIWA GEMBIRA, DIDOAKAN PADA HARI SENIN DAN
SABTU ATAU MASA ADVEN DAN NATAL:
1.Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Lukas
1:26-38)
2.Maria mengunjungi Elisabet, saudari-Nya (Lukas 1:39-45)
3.Yesus dilahirkan di Bethlehem (Lukas 2:1-7)
4.Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Lukas 2:22-40)
5.Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Lukas 2:41-52)
-PERISTIWA-PERISTIWA TERANG, DIDOAKAN PADA HARI KAMIS:
1.Yesus dibaptis di Sungai Yordan (Matius 3: 13-17)
2.Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta perkawinan di Kana
(Yohanes 2:1-12)
3.Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan
pertobatan (Matius 3:2, 4:17-23, Markus 1:15)
4.Yesus menampakkan kemuliaan-Nya (Matius 17:1-9)
5.Yesus menetapkan Ekaristi (Markus 14:22-23, Lukas
22:19-29)
-PERISTIWA-PERISTIWA SEDIH, DIDOAKAN PADA HARI SELASA,
JUMAT, ATAU MASA PUASA:
1.Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dalam sakrat maut (Lukas
22:39-46)
2.Yesus didera (Yohanes 19:1)
3.Yesus dimahkotai duri (Yohanes 19:2-3)
4.Yesus memanggul salib-Nya ke bukit Golgota (Lukas
23:26-32)
5.Yesus wafat di salib (Lukas 23:44-49)
-PERISTIWA-PERISTIWA MULIA, DIDOAKAN PADA HARI RABU, MINGGU,
ATAU MASA PASKAH:
1.Yesus bangkit dari antara orang mati (Lukas 24:1-12)
2.Yesus naik ke surga (Lukas 24:50-53)
3.Roh Kudus turun atas Para Rasul (Kisah Para Rasul 2:1-13)
4.Maria diangkat ke surga (1 Korintus 15:23)
5.Maria dimahkotai di surga (Wahyu 12:1)
Penentuan hari di atas tidak mengikat, dapat disesuaikan
dengan suasana jiwa sang pendoa. Bahkan dianjurkan mendaraskan ke-4 kelompok
peristiwa tersebut seluruhnya, yang setara dengan 4 putaran doa Rosario.
Masing-masing peristiwa di atas direnungkan bersamaan dengan pendarasan 1 kali
doa Bapa Kami, 10 kali Salam Maria dan ditutup dengan doa Kemuliaan dan
Terpujilah.
URUTAN DOA ROSARIO
ALUR DOA ROSARIO
Urutan doa Rosario selengkapnya adalah sebagai berikut:
Pembukaan
Tanda Salib Pembuka
Aku Percaya… (Syahadat Para Rasul)
Kemuliaan…
Bapa Kami…
Terpujilah…
Salam Putri Allah Bapa, Salam Maria…
Salam Bunda Allah Putra, Salam Maria…
Salam Mempelai Allah Roh Kudus, Salam Maria…
Kemuliaan…
Terpujilah…
PERISTIWA I (SESUAIKAN DENGAN JENIS/KELOMPOK PERISTIWA)
Bapa Kami…
Kemuliaan…
Klik untuk memperbesar gambar.
Terpujilah…
Ya Yesus yang baik…(Doa Fatima)
PERISTIWA II (SESUAIKAN DENGAN JENIS/KELOMPOK PERISTIWA)
Bapa Kami…
Salam Maria… (10 kali)
Kemuliaan…
Terpujilah…
Ya Yesus yang baik…(Doa Fatima)
PERISTIWA III (SESUAIKAN DENGAN JENIS/KELOMPOK PERISTIWA)
Bapa Kami…
Salam Maria… (10 kali)
Kemuliaan…
Terpujilah…
Ya Yesus yang baik…(Doa Fatima)
PERISTIWA IV (SESUAIKAN DENGAN JENIS/KELOMPOK PERISTIWA)
Bapa Kami..
Salam Maria… (10 kali)
Kemuliaan…
Terpujilah…
Ya Yesus yang baik…(Doa Fatima)
PERISTIWA V (SESUAIKAN DENGAN JENIS/KELOMPOK PERISTIWA)
Bapa Kami…
Salam Maria… (10 kali)
Kemuliaan…
Terpujilah…
Ya Yesus yang baik…(Doa Fatima)
Tanda Salib Penutup
———————————–
DOA-DOA DALAM ROSARIO
-AKU PERCAYA (SYAHADAT PARA RASUL)
Aku percaya akan Allah, Bapa Yang Maha Kuasa, pencipta
langit dan bumi;
dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan
Maria;
yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
disalibkan, wafat dan dimakamkan;
yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit
dari antara orang mati;
yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang
Maha Kuasa;
dari situ Ia akan datang, mengadili orang yang hidup dan
mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal,
Amin.
-BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu,
datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam
surga.
Berilah kami rejeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan
kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat,
Amin.
-SALAM MARIA
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan serta-Mu,
terpujilah Engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuh-Mu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.
Amin.
-KEMULIAAN
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang
segala abad,
Amin.
-TERPUJILAH
Terpujilah nama Yesus, Maria dan Yosef,
sekarang dan selama-lamanya.
Amin.
-DOA FATIMA
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami.
Selamatkanlah kami dari api neraka,
dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga,
terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.
Amin.
15 JANJI BUNDA MARIA BAGI MEREKA YANG SETIA BERDOA ROSARIO
Mereka yang dengan setia mengabdi padaku dengan mendaraskan
Rosario, akan menerima rahmat-rahmat yang berdaya guna.
Rosario akan menjadi perisai ampuh melawan neraka. Rosario
melenyapkan sifat-sifat buruk, mengurangi dosa dan memenaklukkan kesesatan.
Rosario akan menumbuhkan keutamaan-keutamaan dan
menghasilkan buah dari perbuatan-perbuatan baik. Rosario akan memperolehkan
bagi jiwa belas kasihan melimpah dari Allah, akan menarik jiwa dari cinta akan
dunia dan segala kesia-siaannya, serta mengangkatnya untuk mendamba hal-hal
abadi. Oh, betapa jiwa-jiwa akan menguduskan diri mereka dengan sarana ini.
Jiwa yang mempersembahkan dirinya kepadaku dengan berdoa
Rosario tidak akan binasa.
Ia yang mendaraskan rosario dengan khusuk, dengan
merenungkan misteri-misterinya yang suci, tidak akan dikuasai kemalangan. Tuhan
tidak akan menghukumnya dalam keadilan-Nya, ia tidak akan meninggal dunia tanpa
persiapan; jika ia tulus hati, ia akan tinggal dalam keadaan rahmat dan layak
bagi kehidupan kekal.
Mereka yang memiliki devosi sejati kepada Rosario tidak akan
meninggal dunia tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja.
Mereka yang dengan setia mendaraskan Rosario, sepanjang
hidup mereka dan pada saat ajal mereka, akan menerima Terang Ilahi dan rahmat
Tuhan yang berlimpah; pada saat ajal, mereka akan menikmati ganjaran pada kudus
di surga.
Aku akan membebaskan mereka, yang setia berdevosi Rosario,
dari api penyucian.
Putera-puteri Rosario yang setia akan diganjari tingkat
kemuliaan yang tinggi di surga.
Kalian akan mendapatkan segala yang kalian minta daripadaku
dengan mendaraskan Rosario.
Aku akan menolong mereka semua yang menganjurkan Rosario
Suci dalam segala kebutuhan mereka.
Aku mendapatkan janji dari Putra Ilahiku bahwa segenap
penganjur Rosario akan mendapat perhatian surgawi secara khusus sepanjang hidup
mereka dan pada saat ajal.
Mereka semua yang mendaraskan Rosario adalah anak-anakku,
saudara dan saudari Putra tunggalku, Yesus Kristus.
Devosi kepada Rosarioku merupakan pratanda keselamatan yang
luhur.
Beberapa ini adalah saran para devosan, tetapi tidak ada
aturan tertulis, jika pun tidak dituruti, banyak juga kesaksian bahwa doa
Novena mereka dikabulkan:
- Berdoa pada jam-jam yang sama selama 9 hari
berturut-turut.
- Sangat baik jika ditunjang dengan pantang ataupun puasa.
Pantang, pantang akan sesuatu yang sangat anda senangi. Puasa, tidak ada aturan
baku tentang puasa, tetapi banyak devosan berpuasa dari pukul 06.00 pagi s.d
18.00, tidak makan, hanya minum air putih.
- Permohonan dapat diucapkan di awal doa ataupun di setiap
selesai Doa Salam Maria didaraskan
Yang terpenting secara garis besar perlu dilakukan, teks doa
ini, didaraskan/diucapkan 9 hari berturut-turut dan berdoalah dengan hati dan
iman yang sungguh-sungguh.
Tuhan memberkati.
NOVENA TIGA SALAM MARIA
Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu
yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa
kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalma kesulitanku ini,
janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat
menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya,
engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.
Baik keluhuran Tuhan, penghormatanku kepadamu maupun
keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala
permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar sesuai dengan
kehendak Puteramu, dengan sangat aku moho, o Bunda, sudilah meneruskan segala
permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.
Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak
terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati
besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St.Mechtildis yang kau
bertahukan tentang kebaikan doa “Tiga Salam Maria”, yang sangat besar
manfaatnya itu.
(Salam Maria……..3x)
SALAM MARIA
Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di
antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin
Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda
Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga
oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.
Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapin ini, betapa
besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya
kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diri seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat
mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan
keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara
yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.
O Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda
berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan
atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu
melalui Sabda Ilahi kepadamu.
Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari
Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi “Tiga Salam Maria” aku
berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu
(Salam Maria……..3x)
SALAM MARIA
Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di
antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin
O Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati
yang akhir-akhir ini disebut sebagai “Bunda yang penuh belas kasih”, aku datang
padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas
kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu
kepadaku.
Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab
seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Puteramu yang kudus itu.
Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati
Kudus Yesus dan hatikudusmu.
Engkau memperkenalkan diri sebagai “Bunda para pendosa yang
bertobat” kepada St. Brigita, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima
kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan
kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui
perantaraan Puteramu.
O Bunda, Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis,
belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolongamu engkau
biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat,
agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus
Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi “Tiga Salam Maria”, aku berdoa
untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.
(Salam Maria……..3x)
SALAM MARIA
Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau
di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin
Catatan Tambahan
Sebaiknya ditambahkan doa: “Bunda Maria, Bunda yang baik dan
murah hati, jauhkanlah (diriku, dia, kami) dari dosa berat”
Jika permohonan anda mengenai perkara besar dan penting,
hendaklah melakukan novena ini tiga kali berturut-turut
Berjanjilah pada Bunda Maria:
Setiap pagi dan sore setia berdoa “Salam Maria”
Mengumumkannya kalau permohonan anda itu telah dikabulkan,
sebagai tanda terima kasih dan penghormatan kepada Bunda Maria yang tersuci.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar