Kamis, 24 Maret 2016
TABLO JALAN SALIB OLEH OMK ST MARIA IMMACULATA MATARAM
MISA KAMIS PUTIH
YESUS MELUPAKAN DIRINYA DEMI SAHABAT-SAHABATNYA
Misa kamis putih di Paroki St. Maria Immaculata Mataram berlangsung khidmat, sedikitnya 2000 orang menghadiri misa perjamuan dalam nuansa putih suci itu. suasana semakin dalam ketika yang memimpin misa adalah sang gembala Bapa Uskup Mgr. Sylvester San, Pr. dalam kotbahnya Bapa Uskup menyampaikan pesan bagi umat agar mencontoh dan meneladani Yesus dalam perjamuan malam yang suci itu. di ilustrasikan bagaimana seorang prodiakon diundang untuk melihat suasana surga dan neraka, maka ia diajak masuk ke dalam neraka dan melihat bagaimana orang duduk dalam jamuan makan bersama dengan sendok yang panjangnya 2 m, suasana menjadi kacau karena setiap orang berusaha mengambil makanan dengan sendok 2 m, sehingga makanan terbuang dan kacau. kemudian prodiakon itu dibawa pula ke surga, di sana ia melihat jamuan makan yang sama di meja makan besar dengan sendok juga 2 m.

namun mereka saling menyuapkan, melayani orang lain dengan memberi supan makanan sehingga mereka saling memberi. apa yang dilihat prodiakon itu merupakan wujud cinta yang saling memberikan. ongkos biaya yang diperoleh untuk ke surga adalah cinta. cinta dalam melayani dengan iklas.
Misa kamis putih di Paroki St. Maria Immaculata Mataram berlangsung khidmat, sedikitnya 2000 orang menghadiri misa perjamuan dalam nuansa putih suci itu. suasana semakin dalam ketika yang memimpin misa adalah sang gembala Bapa Uskup Mgr. Sylvester San, Pr. dalam kotbahnya Bapa Uskup menyampaikan pesan bagi umat agar mencontoh dan meneladani Yesus dalam perjamuan malam yang suci itu. di ilustrasikan bagaimana seorang prodiakon diundang untuk melihat suasana surga dan neraka, maka ia diajak masuk ke dalam neraka dan melihat bagaimana orang duduk dalam jamuan makan bersama dengan sendok yang panjangnya 2 m, suasana menjadi kacau karena setiap orang berusaha mengambil makanan dengan sendok 2 m, sehingga makanan terbuang dan kacau. kemudian prodiakon itu dibawa pula ke surga, di sana ia melihat jamuan makan yang sama di meja makan besar dengan sendok juga 2 m.
namun mereka saling menyuapkan, melayani orang lain dengan memberi supan makanan sehingga mereka saling memberi. apa yang dilihat prodiakon itu merupakan wujud cinta yang saling memberikan. ongkos biaya yang diperoleh untuk ke surga adalah cinta. cinta dalam melayani dengan iklas.
Sabtu, 19 Maret 2016
Hosana, Salibkan Dia !, Salibkan Dia!
Yesus seakan menjadikan diriNya “konyol” dalam drama “Hikayat daun-daun Palma”.
Selasa, 15 Maret 2016
Permenungan Palma suatu Lembaran kemenangan
Jejak keselamatan manusia berada dalam lintasan minggu palma. Peristiwa
masuknya Yesus ke Yerusalem direkam oleh keempat penulis Injil. Masing-masing
menuliskannya di Mat. 21:1-11, Mrk. 11:1-11, Luk. 19:28-44, dan Yoh. 12:12-19.
Di dalam ayat-ayat tersebut, kita bisa melihat kemeriahan warga Yerusalem
menyambut kedatangan Yesus. Mereka menghamparkan pakaiannya di jalan, lalu
memotong ranting-ranting, dan menyebarkannya di jalan. Mereka juga
melambai-lambaikan daun palma sambil berseru, "Hosana bagi Anak Daud!
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosana di tempat yang Maha
Tinggi!".
Senin, 14 Maret 2016
Jadwal pekan suci
1. Misa Hari Minggu Palma (Mengenang Sengsara Tuhan), 20 Maret 2016:Misa dilaksanakan
jam 07.30 WITA
2. Kamis
Putih / Merayakan Perjamuan Tuhan, 24 Maret 2016:
a.
Misa dilaksanakan jam
19.00 WITA
b.
Jadwal Tuguran :
WAKTU
|
LINGKUNGAN
|
Jam
21.30 WITA:
|
-
Stasi Bintang Timur Narmada
-
Lingk. Santa Agatha Sweta
-
Lingk. St. Yohanes Pembaptis Rembiga
-
Lingk.
Ratu Rosario Pagesangan *) Pemandu
-
Lingk. St.
Petrus Kekalik
|
Jam 22.00 WITA:
|
-
Lingk. St. Theresia
Pagutan *) Pemandu
-
Lingk. St.
Maria Fatima Gebang
-
Lingk. St.
Dominikus Cakra Selatan
-
Lingk. St.
Clara Cakra Utara
|
Jam
22.30 WITA:
|
-
Lingk. St.Yoseph
Mataram
-
Lingk. Keluuarga
Nazareth Kr. Taruna
-
Lingk. St. Arnoldus
Gomong *) Pemandu
-
Lingk. Ratu Pencinta Damai
Punia
|
Jam 23.00 dan seterusnya
|
-
OMK
-
PMKRI
-
Lain-lain (niatan khusus)
|
3. Ibadat
Mengenang Wafat Tuhan / Jumat Agung, 25 Maret 2016:
a. Tablo dilaksanakan jam 09.00 WITA
b. Ibadat
mengenang wafat Tuhan dilaksanakan jam 15.00
WITA
4. Misa
Malam Paskah, 25 Maret 2016:
a. Misa
pertama dilaksanakan jam 18.00 WITA
b. Misa
kedua dilaksanakan jam 21.00 WITA
c. Pemetaan
umat dalam misa malam paskah :
- Misa
pertama : 1) St. Theresia Pagutan, 2) Ratu Rosario Pagesangan, 3) St. Dominikus
Cakra Selatan, 4) Stasi Bintang Timur Narmada, 5) St. Yohanes Pembaptis Rembiga, 6)
St. Petrus Kekalik.
- Misa
kedua : 1) Keluarga Nazareth Kr. Taruna, 2) St. Arnoldus Gomong, 3) St. Yoseph
Mataram, 4) RPD Punia, 5) St. Clara Cakra Utara, 6) St. Agatha Sweta, 7) St.
Maria Fatima Gebang.
Catatan:
a) Para
ketua Lingkungan dan Stasi mohon menghimbau umatnya agar mentaati pemetaan ini.
b)
Bagi umat
yang mengikuti Misa I malam paskah pintu
gerbang akan ditutup menjelang Exultet.
5. Misa
Hari Raya Paskah, 27 Maret 2016:
Misa dilaksanakan jam
08.00 WITA
Sabtu, 13 Februari 2016
MISA RABU ABU
Misa Rabu abu di Paroki St. Maria Immaculata Mataram berlangsung dalam 2 kali misa. misa pertama pada pukul 07.30 wita dibawah pimpinan rm. Maryono, Pr. lektor, koor oleh SMAK St. Maria Kesuma. sedikitnya 1000 orng umat menghadiri misa abu ini. dalam pesan rabu abunya romo membacakan surat gembala Bapa Uskup Denpasar yang secara garis besar adalah Rabu abu sebagai rahmat pertobatan dalam tahun Yubelium luarbiasa ini hndaknya menjadi suatu kekuatan bagi kita untuk terus mengambil dan menimba rahmat yang besar.
Keluarga sebagai gereja Allah hendaknya menjadi saksi dan agen bagi rahmat dan menunjukkan wajah Allah sang pengasih dan Rahim.
Sementara secara khusus Romo mnyampaikan tata berpuasa katolik yang benar yakni puasa bagi mereka yang berusia diatas 14 thun hingga 60 tahun, sementara berpantang bagi mereka yang berusia dibawah 14 tahun.
Rabu Abu Sebuah Rutinitaskah atau suatu perziarahan iman....
"Sebab aku makan abu seperti
roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan."
Biasanya pemberian tanda tersebut
disertai dengan ucapan, "Bertobatlah dan percayalah pada Injil."
Seringkali pada hari ini bacaan
di Gereja diambil dari Alkitab bagian kitab 2 Samuel 11-12,
perihal raja Daud yang berzinah dan
bertobat.
Banyak orang Katolik menganggap
hari Rabu Abu sebagai hari untuk mengingat kefanaan seseorang. Pada hari ini
umat Katolik berusia
18–59 tahun diwajibkan berpuasa, dengan batasan makan kenyang paling banyak satu
kali, dan berpantang.Secara religius, hampir semua umat katolik memaknainya sebagai masa puasa, masa tobat. seperti Tuhan Yesus dahulu melakukan puasa selama 40 hari, demikian pula umat melakukannya, namun muatan yang berbeda. jika beberapa tahun yang lalu pengertian puasa secara utuh makan yang kenyang hanya sekali disertai dengan upaya-upaya karya kasih, namun saat ini hanya beberapa orang saja yang masih melakukannya, kemudian bagaimana dengan yang lain? seperti rutin ritualitas tanpa makna.
Perlu menjadi suatu permenungan kita, mengapa masa puasa saat ini dirasakan sebagai hal yang biasa dan hampir tidak memberi pembeda yang signifikan dengan hari-hari yang lain dalam tahun-tahun kita? Penandaan Abu sebagai tanda tobat, abu adalah hasil akhir suatu benda, bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. mungkinkah pergeseran makna Rabu abu ini karena kurangnya pemahaman secara historika ataukah keterbatasan dalam menangkap maksudnya.
puasa sebagai salah satu upaya keimanan dan kesadaran siapa kita. membawa kita kembali pada satu titik untuk sejenak melihat kebelakang dengan penuh syukur. tahu dan mau mematikan diri dalam jumlah 40 hari masa itu.
Langganan:
Postingan (Atom)

