SAY

SELAMAT DATANG DI PAROKI ST.MARIA IMMACULATA MATARAM, JL. PEJANGGIK NO. 37 MATARAM, LOMBOK, NTB, (0370) 632092
“DIPANGGIL MENJADI PEMIMPIN PASTORAL YANG SOLIDER DALAM KEHIDUPAN BERSAMA DEMI KEUTUHAN CIPTAAN”

Kamis, 24 Maret 2016

TABLO JALAN SALIB OLEH OMK ST MARIA IMMACULATA MATARAM


tablo dihadiri oleh sekitar 500 orang termasuk Mgr. Sylvester San, Pr.  tablo berlangsung pada pukul 09.30 hingga 10.45.  aca ini di gagas oleh OMK st. Paulus Mataram yang melibatkan lebih dari 30 orang anak muda.  kegiatan positif ini patut diapresiasi secara mendalam.

MISA KAMIS PUTIH

YESUS MELUPAKAN DIRINYA DEMI SAHABAT-SAHABATNYA


Misa kamis putih di Paroki St. Maria Immaculata Mataram berlangsung khidmat, sedikitnya 2000 orang menghadiri misa perjamuan dalam nuansa putih suci itu.  suasana semakin dalam ketika yang memimpin misa adalah sang gembala Bapa Uskup Mgr. Sylvester San, Pr. dalam kotbahnya Bapa Uskup menyampaikan pesan bagi umat agar mencontoh dan meneladani Yesus dalam perjamuan malam yang suci itu.  di ilustrasikan bagaimana seorang prodiakon diundang untuk melihat suasana surga dan neraka, maka ia diajak masuk ke dalam neraka dan melihat bagaimana orang duduk dalam jamuan makan bersama dengan sendok yang panjangnya 2 m, suasana menjadi kacau karena setiap orang berusaha mengambil makanan dengan sendok 2 m, sehingga makanan terbuang dan kacau.  kemudian prodiakon itu dibawa pula ke surga, di sana ia melihat jamuan makan yang sama di meja makan besar dengan sendok juga 2 m.


namun mereka saling menyuapkan, melayani orang lain dengan memberi supan makanan sehingga mereka saling memberi.   apa yang dilihat prodiakon itu merupakan wujud cinta yang saling memberikan.  ongkos biaya yang diperoleh untuk ke surga adalah cinta. cinta dalam melayani dengan iklas.  

Sabtu, 19 Maret 2016

Hosana, Salibkan Dia !, Salibkan Dia!


Yesus seakan menjadikan diriNya “konyol” dalam drama “Hikayat daun-daun Palma”. 

Minggu Palma merupakan suatu peristiwa penting dalam iman Katolik.  Bukan saja secara historis Yesus masuk kota Raja Yerusalem dengan dielu-elukan oleh sedemikian banyak orang, namun juga tersimpan suatu paradoks manusia yang selalu faktual dari jaman ke jaman, dari generasi ke generasi.

Kisah paradoks dengan teriakan “Hosana Putera David, terpujilah yang datang dalam nama Tuhan” sebagaimana sambutan kemenangan bagi sang Raja, dengan daun-daun palma dan ranting-ranting  yang dijadikan simbol keagungan, bahkan batu-batu pun akan berteriak bila saja manusia tidak mau berteriak. Suasana riuh reda, harapan meninggi, mendorong bayangan-bayangan kuasa dan hasrat “kebebasan” keluar, kemudian tiba-tiba berganti menjadi hujatan dan dera dengan mahkota duri yang menusuk dalam sekali keIlahian kasih, sementara Dia hanya diam.

Selasa, 15 Maret 2016

Permenungan Palma suatu Lembaran kemenangan

Jejak keselamatan manusia berada dalam lintasan minggu palma.  Peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem direkam oleh keempat penulis Injil. Masing-masing menuliskannya di Mat. 21:1-11, Mrk. 11:1-11, Luk. 19:28-44, dan Yoh. 12:12-19. Di dalam ayat-ayat tersebut, kita bisa melihat kemeriahan warga Yerusalem menyambut kedatangan Yesus. Mereka menghamparkan pakaiannya di jalan, lalu memotong ranting-ranting, dan menyebarkannya di jalan. Mereka juga melambai-lambaikan daun palma sambil berseru, "Hosana bagi Anak Daud! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosana di tempat yang Maha Tinggi!".

Senin, 14 Maret 2016

Jadwal pekan suci




JADWAL PELAYANAN MISA SELAMA PEKAN SUCI

1.    Misa Hari Minggu Palma (Mengenang Sengsara Tuhan), 20 Maret 2016:Misa dilaksanakan jam 07.30 WITA

2.    Kamis Putih / Merayakan Perjamuan Tuhan, 24 Maret 2016: 
a.         Misa dilaksanakan jam 19.00 WITA


b.        Jadwal Tuguran :
WAKTU
LINGKUNGAN
Jam 21.30 WITA:

-  Stasi Bintang Timur Narmada
-  Lingk. Santa Agatha Sweta
-  Lingk. St. Yohanes Pembaptis Rembiga
-  Lingk. Ratu Rosario Pagesangan *) Pemandu
-  Lingk. St. Petrus Kekalik

Jam 22.00 WITA:

-  Lingk. St. Theresia Pagutan *) Pemandu
-  Lingk. St. Maria Fatima Gebang
-  Lingk. St. Dominikus Cakra Selatan
-  Lingk. St. Clara Cakra Utara

Jam 22.30 WITA:

-  Lingk. St.Yoseph Mataram
-  Lingk. Keluuarga Nazareth Kr. Taruna
-  Lingk. St. Arnoldus Gomong *) Pemandu
-  Lingk. Ratu Pencinta Damai Punia

Jam 23.00 dan seterusnya

-  OMK
-  PMKRI
-  Lain-lain (niatan khusus)



3.    Ibadat Mengenang Wafat Tuhan / Jumat Agung, 25 Maret 2016:
a.       Tablo dilaksanakan jam 09.00 WITA

b.      Ibadat mengenang wafat Tuhan dilaksanakan jam 15.00 WITA

4.    Misa Malam Paskah, 25 Maret 2016:
a.       Misa pertama dilaksanakan jam 18.00 WITA 
b.      Misa kedua dilaksanakan jam 21.00 WITA

c.       Pemetaan umat dalam misa malam paskah :
-      Misa pertama : 1) St. Theresia Pagutan, 2) Ratu Rosario Pagesangan, 3) St. Dominikus Cakra Selatan, 4) Stasi Bintang Timur Narmada, 5) St. Yohanes Pembaptis Rembiga, 6) St. Petrus Kekalik.
-      Misa kedua : 1) Keluarga Nazareth Kr. Taruna, 2) St. Arnoldus Gomong, 3) St. Yoseph Mataram, 4) RPD Punia, 5) St. Clara Cakra Utara, 6) St. Agatha Sweta, 7) St. Maria Fatima Gebang.
Catatan:
a)      Para ketua Lingkungan dan Stasi mohon menghimbau umatnya agar mentaati pemetaan ini.
b)     Bagi umat yang mengikuti Misa I malam paskah pintu gerbang akan ditutup menjelang Exultet.

            
5.    Misa Hari Raya Paskah, 27 Maret 2016:

Misa dilaksanakan jam 08.00 WITA

Sabtu, 13 Februari 2016

MISA RABU ABU

Misa Rabu abu di Paroki St. Maria Immaculata Mataram berlangsung dalam 2 kali misa. misa pertama pada pukul 07.30 wita dibawah pimpinan rm. Maryono, Pr.  lektor, koor oleh SMAK St. Maria Kesuma.  sedikitnya 1000 orng umat menghadiri misa abu ini.


dalam pesan rabu abunya romo membacakan surat gembala Bapa Uskup Denpasar yang secara garis besar adalah Rabu abu sebagai rahmat pertobatan dalam tahun Yubelium luarbiasa ini hndaknya menjadi suatu kekuatan bagi kita untuk terus mengambil dan menimba rahmat yang besar.
Keluarga sebagai gereja Allah hendaknya menjadi saksi dan agen bagi rahmat dan menunjukkan wajah Allah sang pengasih dan Rahim.
Sementara secara khusus Romo mnyampaikan tata berpuasa katolik yang benar yakni puasa bagi mereka yang berusia diatas 14 thun hingga 60 tahun, sementara berpantang bagi mereka yang berusia dibawah 14 tahun.
hari-hari puasa dan pantang adalah Rabu abu, jumat agung.  sangat disarankan untuk berpusa dan berpantang pada setiap Jumat.  makan yang kenyang hanya sekali dalam satu hari.

Rabu Abu Sebuah Rutinitaskah atau suatu perziarahan iman....

Rabu abu merupakan pintu masuk masa prapaskah. Pada hari itu umat yang datang ke Gereja dahinya diberi tanda salib dari abusebagai simbol upacara ini. Simbol ini mengingatkan umat akan ritual Israel kuno di mana seseorang menabur abu di atas kepalanya atau di seluruh tubuhnya sebagai tanda kesedihan, penyesalan dan pertobatan (misalnya seperti dalam Kitab Ester, yaitu Ester 4:1, 3). Dalam Mazmur 102:10 penyesalan juga digambarkan dengan "memakan abu":
"Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan."
Biasanya pemberian tanda tersebut disertai dengan ucapan, "Bertobatlah dan percayalah pada Injil."
Seringkali pada hari ini bacaan di Gereja diambil dari Alkitab bagian kitab 2 Samuel 11-12, perihal raja Daud yang berzinah dan bertobat.
Banyak orang Katolik menganggap hari Rabu Abu sebagai hari untuk mengingat kefanaan seseorang. Pada hari ini umat Katolik berusia 18–59 tahun diwajibkan berpuasa, dengan batasan makan kenyang paling banyak satu kali, dan berpantang.

Secara religius, hampir semua umat katolik memaknainya sebagai masa puasa, masa tobat. seperti Tuhan Yesus dahulu melakukan puasa selama 40 hari, demikian pula umat melakukannya, namun muatan yang berbeda.  jika beberapa tahun yang lalu pengertian puasa secara utuh  makan yang kenyang hanya sekali disertai dengan upaya-upaya karya kasih, namun saat ini hanya beberapa orang saja yang masih melakukannya, kemudian bagaimana dengan yang lain? seperti rutin ritualitas tanpa makna.   

Perlu menjadi suatu permenungan kita, mengapa masa puasa saat ini dirasakan sebagai hal yang biasa dan hampir tidak memberi pembeda yang signifikan dengan hari-hari yang lain dalam tahun-tahun kita? Penandaan Abu sebagai tanda tobat, abu adalah hasil akhir suatu benda, bukan apa-apa, bukan siapa-siapa. mungkinkah pergeseran makna Rabu abu ini karena kurangnya pemahaman secara historika ataukah  keterbatasan dalam menangkap maksudnya. 
puasa sebagai salah satu upaya keimanan dan kesadaran siapa kita.  membawa kita kembali pada satu titik untuk sejenak melihat kebelakang dengan penuh syukur. tahu dan mau mematikan diri dalam jumlah 40 hari masa itu.